Tampilkan postingan dengan label PROFIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROFIL. Tampilkan semua postingan

ENRICO FRANCESCO PIO CANFARI : PENDIRI JUVENTUS SEKALIGUS PEMAIN AC MILAN

Enrico Canfari 
Enrico Canfari adalah seorang Midfielder Milan di era 1903-1904 dan  juga Wakil Presiden Milan pada tahun 1913-1914. Uniknya, Enrico Canfari adalah pendiri Juventus, dan Presiden Juventus yang ke-2. Enrico dan kakaknya, Eugenio, mengajak teman-teman kuliah Enrico untuk mendirikan Juventus.

Sang kakak, Eugenio, menjadi Presiden Juventus yang pertama, namun hanya setahun saja.
Lalu Enrico menggantikan kakaknya menjadi Presiden Juventus selama 3 tahun, yaitu sampai tahun 1901.

Namun, ia tetap sebagai pemain Juventus hingga tahun 1903. Setelah itu, ia pindah dan bermain di Milan pada musim 1903-1904. Ia bermain di semua laga resmi Milan di musim itu, dan turut membawa Milan ke semifinal Liga Italia musim tersebut. Ironisnya, lawan Milan di semifinal adalah Juventus. Usai pertandingan melawan Juventus tersebut, Enrico Canfari pensiun, dan memasuki dunia militer.

Pertandingan berakhir 1-1, sehingga harus mengadakan pertandingan ulangan karena saat itu belum ada sistem adu penalti. Di pertandingan ulangan tersebut, Milan kalah 0-3 dan Juventus kalah 1-0 atas Genoa di babak final.

Pada tahun 1913, ia terpilih menjadi Wakil Presiden Milan, namun hanya berlangsung setahun, karena Pecah Perang Dunia I, yang berlangsung dari tahun 1914 sampai 1918. Sebagai seorang kapten infantri, Enrico Canfari harus memenuhi kewajibannya membela negara. Italia terlibat perang dengan Austria-Hungaria, yang saat itu adalah satu negara yang berbentuk kerajaan.

Perang antara kedua negara tersebut berlangsung di wilayah yang sekarang bernama Slovenia, tepatnya di sungai Isonzo (bahasa Italia) atau Soča (bahasa Slovenia). Pertempuran-pertempuran antara kedua pasukan terjadi sebanyak 12 kali selama 3 tahun. Hal ini dikenal dengan nama "Battles of the Isonzo".

Dan pada pertempuran yang ke-3, yang berlangsung dari tanggal 18 Oktober hingga 3 November 1915, Italia yang berkekuatan pasukan dua kali lipat dari Austria-Hungaria, mengalami kekalahan. Sekitar 11.000 anggota pasukan Italia meninggal dan salah satunya adalah Enrico Canfari.

Ia meninggal tanggal 25 Oktober 1915, seminggu setelah pertempuran ke-3 itu dimulai.

Narasumber : Bang Andrey Milanello
READ MORE - ENRICO FRANCESCO PIO CANFARI : PENDIRI JUVENTUS SEKALIGUS PEMAIN AC MILAN

SEJARAH SINGKAT MILAN LAB

Mungkin Milanisti masih banyak yang belum tahu tentang siapakah pendiri Milan Lab. Milan Lab di dirikan oleh Jean Pierre Meersseman. Meersseman adalah seorang kinesiologist Belgia lulusan Palmer College of Chiropractic di Amerika Serikat, yang direkrut Milan pada musim 1998-1999. Kinesiology adalah ilmu yang mempelajari pergerakan tubuh manusia.

Ketika Berlusconi merekrut Arrigo Sacchi pertama kali, Milan juga merekrut Vincenzo Pincolini, salah satu orang kepercayaan Sacchi, seorang pelatih fisik.

Pada tahun 1991, Pincolini kemudian pergi ke Amerika Serikat untuk melihat persiapan fisik Carl Lewis menghadapi Kejuaraan Dunia Atletik, sprinter tersohor masa itu, manusia tercepat di bumi berdasarkan catatan waktu nya di Olimpiade.

Dari persiapan Lewis tersebut, Pincolini meyimpulkan bahwa setiap pemain sepakbola harus dipersiapkan fisik nya layaknya seorang atlet seutuhnya.

Tapi ide tersebut seperti "terlupakan" oleh Milan, seiring dengan hengkangnya Pincolini dari Milan mengikuti Sacchi menangani timnas Italia.

Namun tidak dengan Adriano Galliani. Galliani menyimpan ide Picolini tersebut di dalam benaknya dan mengembangkan nya menjadi sebuah konsep, namun belum bisa merealisasikan nya karena butuh penelitian, infrastruktur dan pendanaan yang tidak sedikit.

Lalu, ketika Milan mulai memikirkan hendak merealisasikan konsep Galliani tersebut (yang dikembangkan berdasarkan ide Pincolini), maka kemudian Milan merekrut Daniele Tognaccini (teman Pincolini) pada musim 1998-99.

Tognaccini, yang mengawali karirnya sebagai pelatih fisik di Inter, mendukung project Galliani tersebut, dan menyarankan untuk merekrut orang yang mampu mewujudkan semua itu , maka direktutlah Jean Pierre Meersseman.

Meersseman diberi wewenang penuh untuk merealisasikan project tersebut dengan Tognaccini sebagai Direktur Lab nantinya. Sedangkan Meersseman akan menjadi koordinator para dokter.


Jean Pierre Meersseman
Bekerjasama dengan pihak Microsoft dalam hal penyediaan aplikasi-aplikasi komputer yang dibutuhkan, akhirnya Meersseman berhasil mendirikan Milan Lab pada tahun 2002.

Ide dasar Pincolini bahwa setiap pemain harus dipersiapkan layaknya seorang atlet, dikembangkan oleh Galliani menjadi konsep sebuah laboratorium berteknologi tinggi, direalisasikan secara terperinci oleh Meersseman.

Bukan hanya segi stamina dan latihan fisik, tapi Meersseman juga menyempurnakannya melalui konsep pencegahan cedera, pendeteksian kemungkinan cedera jauh sebelum cedera itu terjadi, penyembuhan secara berteknologi tinggi dalam waktu singkat, penanganan segi mental dan psikologis, serta tentu saja nutrisi yang tepat.

Meersseman menempatkan sejumlah ahli matematika, insinyur dan dokter, untuk mengembangkan formula yang memungkinkan semua konsep itu terlaksana.

Semua berdasarkan koordinasi dari Meersseman, untuk mendapatkan satu kesimpulan utuh terhadap kondisi seorang pemain.

Dan memang sejak tahun 2002 itu, penampilan Milan jadi jauh semakin gemilang, bahkan menakutkan. Dalam setiap perekrutan sorang pemain, sebelum Galliani membubuhkan tanda tangan nya, Meersseman harus memberi tanda tangan nya terlebih dahulu. Sederhananya, tanpa persetujuan Meersseman, seorang pemain tidak akan direkrut oleh Milan.

Namun sebenarnya Milan Lab sudah berakhir 3 tahun lalu, yaitu di tahun 2010. Milan Lab secara utuh sudah tidak ada lagi. Yang ada hanyalah laboratorium yang menangani sektor persiapan atletis seorang pemain. Hal itu diungkapkan sendiri oleh Meersseman, sang pendiri Milan Lab.

Itulah sebabnya ketika Ancelotti pindah menangani Chelsea, ia membawa serta juga Bruno de Michelis, koordinator bidang pembenahan mental dan psikologis di Milan Lab.

Milan Lab sekarang hanya berkecimpung dalam hal persiapan stamina dan fisik saja. Untuk penanganan bidang medis, Milan menggunakan cara yang dipakai sebelum ada Milan Lab.

Sektor penanganan psikologis dan mental, masih bisa dilakukan. Sektor medis dan segala aplikasi nya, termasuk sektor psikologis yang dikembangkan oleh Meersseman sudah dihentikan.

Meersseman mengungkapkan bahwa penghentian project Milan Lab tersebut dikarenakan oleh banyaknya pemotongan budget yang dilakukan oleh pihak manajemen. Hal itu bisa dimaklumi mengingat kondisi keuangan Milan beberapa tahun terakhir, plus biaya operasional Milan Lab yang tidak sedikit. Dan karena project tersebut sudah dihentikan, Meersseman sudah tidak bekerja di Milan lagi usai musim 2009-2010.

Itulah sebabnya kuantitas cedera pemain Milan selama 2 tahun terakhir ini jauh lebih besar dari total kuantitas cedera selama 8 tahun Milan Lab beraktifitas dan itulah pula sebabnya Milan sekarang banyak melakukan penghematan serta penjualan pemain-pemain penting. Milan Lab akan berusaha diaktifkan lagi secara utuh jika semuanya sudah kembali memungkinkan.

Sekarang, Meersseman sedang berada di London, mencoba memperkenalkan dan menerapkan konsep-konsep medis yang ia kembangkan selama ini.

Semoga sang pendiri Milan Lab bisa kembali lagi bekerja di Milan, dan semoga keuangan Milan bisa memungkinkan hal itu terjadi.


Narasumber  : Bang Andrey Milanello.
READ MORE - SEJARAH SINGKAT MILAN LAB

GOL IBRAHIMOVIC SAAT MEMBELA AC MILAN

Zlatan Ibrahimovic
Sebelum membela PSG, Ibrahimovic pernah membela AC Milan selama 2 musim yaitu musim 2010/11 dan musim 2011/12. 

Sebagai seorang striker, tentunya ia telah banyak mencetak gol. Berikut adalah perolehan gol Ibrahimovic selama di AC Milan hingga 31 Desember 2011 :







MUSIM 2010-2011

  • SERIE A ITALIA
22.09.2010 LAZIO 1-1 MILAN 
JUMLAH GOL : 1 Menit 66 
25.09.2010 MILAN 1-0 GENOA 
JUMLAH GOL : 1 Menit 49 
24.10.2010 NAPOLI 1-2 MILAN 
JUMLAH GOL : 1 Menit 72
30.10.2010 MILAN 1-2 JUVENTUS 
JUMLAH GOL : 1 Menit 82
10.11.2010 MILAN 3-1 PALERMO 
JUMLAH GOL : 1 Menit 77
14.11.2010 INTER 0-1 MILAN 
JUMLAH GOL : 1 Menit 5 (pen)
21.11.2010 MILAN 1-0 FIORENTINA 
JUMLAH GOL : 1 Menit 45
05.12.2010 MILAN 3-0 BRESCIA 
JUMLAH GOL : 1 Menit 31
12.12.2010 BOLOGNA 0-3 MILAN 
JUMLAH GOL : 1 Menit 60
09.01.2011 MILAN 4-4 UDINESE 
JUMLAH GOL : 1 Menit 90
16.01.2011 LECCE 1-1 MILAN 
JUMLAH GOL : 1 Menit 49
23.01.2011 MILAN 2-0 CESENA 
JUMLAH GOL : 1 Menit 90
29.01.2011 CATANIA 0-2 MILAN 
JUMLAH GOL : 1 Menit 85
28.02.2011 MILAN 3-0 NAPOLI 
JUMLAH GOL : 1 Menit 50 (pen)
Total jumlah gol Ibrahimovic musim 2010-2011 di kompetisi Serie A Italia adalah 14 gol.

  • LIGA CHAMPIONS EROPA
15.09.2010 MILAN 2-0 AUXERRE 
JUMLAH GOL : 2 Menit 66 dan 69 
28.09.2010 AJAX 1-1 MILAN
JUMLAH GOL : 1 Menit 37
23.11.2010 AUXERRE 0-2 MILAN 
JUMLAH GOL : 1 Menit 64
Total jumlah gol Ibrahimovic musim 2010-2011 di kompetisi Liga Champions Eropa adalah 4 gol.

  • COPPA ITALIA
20.01.2011 MILAN 3-0 BARI  
JUMLAH GOL : 1 Menit 19
20.04.2011 MILAN 2-2 PALERMO
JUMLAH GOL : 1 Menit 4
10.05.2011 PALERMO 2-1 MILAN
JUMLAH GOL : 1 Menit 90+4
Total jumlah gol Ibrahimovic musim 2010-2011 di kompetisi Coppa Italia adalah 3 gol.
TOTAL JUMLAH GOL IBRAHIMOVIC MUSIM 2010-2011 ADALAH 21 GOL.

MUSIM 2011-2012


  • SERIE A ITALIA hingga 31 Desember 2011

20.12.2011 CAGLIARI 0-2 MILAN  
JUMLAH GOL : 1 Menit 61
09.09.2011 MILAN 2-2 LAZIO  
JUMLAH GOL : 1 Menit 29
26.10.2011 MILAN 4-1 PARMA 
JUMLAH GOL : 1 Menit 73
29.10.2011 ROMA 2-3 MILAN 
JUMLAH GOL : 2 Menit 17 dan & 78
06.11.2011 MILAN 4-0 CATANIA 
JUMLAH GOL : 1 Menit 7 (pen)
27.11.2011 MILAN 4-0 CHIEVO
JUMLAH GOL : 2 Menit 16 dan 44 (pen)
02.12.2011 GENOA 0-2 MILAN
JUMLAH GOL : 1 Menit 56 (pen)
11.12.2011 BOLOGNA 2-2 MILAN 
JUMLAH GOL : 1 Menit 72 (pen)
17.12.2011 MILAN 2-0 SIENA 
JUMLAH GOL : 1 Menit 64 (pen)
Total jumlah gol Ibrahimovic musim 2011-2012 di kompetisi Serie A Italia hingga 31 Desember 2011adalah 11 gol.
  • LIGA CHAMPIONS EROPA
28.09.2011 MILAN 2-0 VIKTORIA PLZEN 
JUMLAH GOL : 1 Menit 53 (pen) 
19.10.2011 MILAN 2-0 BATE BORISOV
JUMLAH GOL : 1 Menit 33
01.11.2011 BATE BORISOV 1-1 MILAN JUMLAH GOL : 1 Menit 22
23.11.2011 MILAN 2-3 BARCALONA
JUMLAH GOL : 1 Menit 20
Total jumlah gol Ibrahimovic musim 2011-2012 di kompetisi Liga Champions Eropa hingga 31 Desember 2011adalah 4 gol.
  • SUPER COPPA ITALIA
06.08.2011 MILAN 2-1 INTER 
JUMLAH GOL : 1 Menit 60
Total jumlah gol Ibrahimovic musim 2011-2012 di kompetisi Super Coppa Italia adalah 1 gol.
TOTAL JUMLAH GOL IBRAHIMOVIC MUSIM 2011-2012 (Hingga 31 Desember 2011) ADALAH 16 GOL.
READ MORE - GOL IBRAHIMOVIC SAAT MEMBELA AC MILAN

DEMETRIO ALBERTINI

Demetrio Albertini
Demetrio Albertini lahir Besana in Brianza, 23 Agustus 1971. Ia mengawali karir seniornya di AC Milan (1988-2002) dan menutup karirnya bersama FC. Barcelona pada tahun 2005.

Pemain yang berjuluk "Il Metronome" ini mengawali debut pertandingan resmi bersama AC Milan pada tanggal 15 Januari 1989 (Milan 4-0 Como) dan pertandingan terakhirnya bersama AC Milan pada tanggal 14 April 2002 (Juventus 1-0 AC Milan). Albertini bermain untuk AC Milan sebanyak 295 kali dan telah mencetak gol sebanyak 21 gol.

Albertini mengawali debutnya bersama Timnas Italia pada tanggal 21 Desember 1991 (Italia 2-0 Siprus). Di Timnas Italia Albertini bermain sebanyak 79 kali dan hanya 3 gol yang ia persembahkan buat Timnas Italia.

Pada tahun 2006 Albertini mengadakan pertandingan persahabatan antara AC Milan vs Barcelona di Stadion San Siro, pertandingan ini sebagai pertandingan perpisahaan untuk dirinya yang akan gantung sepatu dari dunia sepakbola. Pertandingan ini diadakan oleh Albertini sendiri dengan tema "Notte di Stelle" (Malam Para Bintang), laga tersebut dihadiri oleh mantan rekan-rekannya di Milan dan Barca diantaranya Marco van Basten, Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Franco Baresi, Ronaldinho dan Andriy Shevchenko.

PROFIL ALBERTINI

Nama : Demetrio Albertini
Tempat Lahir : Besana in Breanza, Italia
Tanggal Lahir : 23 Agustus 1971
Tnggi : 176 cm
Posisi : Gelandang

Karir Klub

1988-2002 : AC Milan
Tampil : 295
Gol : 21

1990-1991 : Padova (Pinjam)
Tampil : 28
Gol : 5

2002-2003 : Atlético Madrid

Tampil : 28
Gol : 2

2003-2004 : Lazio
Tampil : 23
Gol : 2

2004 : Atalanta
Tampil : 14
Gol : 1

2005 : FC Barcelona
Tampil : 5
Gol : 0

KARIR TIMNAS ITALIA

1990-1992 : Italia U-21
Tampil : 17
Gol : 0

1991-2002 : Timnas Italia
Tampil : 79
Gol : 3

PRESTASI BERSAMA KLUB

AC MILAN
Scudetto Serie A : 5
1991-1992 , 1992-1993 , 1993-1994 , 1995-1996 ,1998-1999

Piala Super Italia : 3
1992 , 1993 , 1994

Liga Champions : 2
1989-1990 , 1993-1994

Piala Super Eropa : 2
1989 , 1994

Piala Interkontinental : 1
1989


LAZIO
Piala Italia : 1
2003-2004

FC. BARCELONA
Liga Spanyol : 1
2004-2005

Super Spanyol : 1
2005

PRESTASI BERSAMA TIMNAS ITALIA U-21

U-21 Kejuaraan Eropa : 1
1992

Saat ini Albertini menjabat sebagai Wakil Presiden FIGC.
READ MORE - DEMETRIO ALBERTINI

GOL INZAGHI DI SEMUA KOMPETISI KLUB EROPA

Pippo Inzaghi
SEKILAS TENTANG PERJALANAN KARIR INZAGHI

"Saya bermimpi mencetak dua gol pada final, dan dua gol yang saya cetak kemarin malam adalah hal yang paling penting dalam hidup saya. Ini adalah pertandingan yang tidak akan terlupakan. (pertandingan) Ini adalah sesuatu yang akan ada selama hidup saya dan dua gol di final ini berbicara dengan sendirinya." (Final Liga Champions 2007)

Siapa yang tidak kenal dengan Inzaghi. Striker yang lahir di Piacenza 9 Agustus 1973 dengan julukan "Super Pippo" ini telah banyak mengoleksi gelar dan penghargaan baik buat dirinya sendiri maupun buat klub yang dibelanya.

Inzaghi menjadi pemain yang paling sering mencetak hattrick baik itu di Serie A (10-kali : satu untuk Atalanta, empat untuk Juventus, dan lima untuk Milan) maupun di Liga Champions.

Inzaghi mengawali karirnya pada tahun 1991, saat itu ia berusia 18 tahun dan bergabung dengan Piacenza Calcio, tahun berikutnya ia dipinjamkan ke klub Leffe yang berkompetisi di seri C1. Di klub ini, ketajaman Inzaghi sebagai seorang striker mulai terlihat. Inzaghi bermain dalam 21 pertandingan dan mampu mencetak 13 gol. Di klub ini Inzaghi bermain hanya 1 musim kompetisi saja, tahun berikutnya Inzaghi hijrah ke Verona yang saat itu berkompetisi di Serie B. Di Verona Inzaghi hanya mencetak 13 gol dari 36 kali penampilan.

Tahun 1994 Inzaghi kembali ke Piacenza, di klub ini berhasil mencetak 15 gol dalam 37 penampilannya. Musim kompetisi 1995 Inzaghi di beli oleh Parma, klub yang saat itu berkompetisi di Serie A. Di Parma ia hanya mampu mencetak 2 gol, dimana salah satunya ia cetak ke gawang mantan klubnya yaitu Piacenza dan hal ini sempat membuat ia menangis.

Tahun 1996 Inzaghi dipinjamkan ke Atalanta, diklub inilah karirnya mulai bersinar, bersama Atalanta Inzaghi meraih 2 gelar pribadi yaitu sebagai Capocannoniere dengan koleksi 24 gol dari 33 kali penampilan, gelar lainnya adalah Penghargaan Serie A Young Footballer of the Year.

Musim berikutnya Inzaghi hijrah ke Juventus. Musim pertamanya di Juventus Inzaghi berhasil mempersembahkan Scudetto. Di Juventus Inzaghi hanya bermain selama 4 musim kompetisi dan akhirnya hijrah ke AC Milan. AC Milan adalah klub ke tujuh yang ia bela selama karirnya. Di klub inilah Inzaghi banyak merasakan gelar juara. Di Milan juga Inzaghi mencetak golnya yang ke-300 di Serie A, gol tersebut ia cetak ke gawang Siena pada tanggal 15 Maret 2009, saat itu Milan unggul dengan skor 1-5.

Bersama AC Milan Inzaghi meraih trofi Liga Champions dan trofi Piala Dunia Antarklub, dimana trofi-trofi tersebut belum pernah ia dapatkan bersama klub-klub sebelumnya.

Berikut jumlah trofi yang diraih Inzaghi selama karirnya :

GELAR BERSAMA KLUB

Piacenza
Serie B : 1994-1995

Juventus
Serie A : 1997-1998
Piala Super Italia : 1997
UEFA intertoto Cup : 1999

AC Milan
Serie A : 2003-2004, 2010-2011
Piala Italia : 2002-2003
Piala Super Italia : 2011
Liga Champions : 2002-2003, 2006-2007
Piala Super Eropa : 2003, 2007
Piala Dunia Antarklub : 2007

GELAR BERSAMA NEGARA

Piala Eropa U-21 : 1994
Piala Dunia FIFA : 2006

GELAR INDIVIDU

Serie A Young Footballer of the Year : 1997
Capocannoniere: 1996-1997
Pemain Terbaik Final Liga Champions : 2007
Pencetak gol terbanyak asal Italia di kompetisi Eropa
Pencetak gol terbanyak Milan di kompetisi Eropa
Scirea Award 2007

Terlepas dari hal diatas, kini Inzaghi mempunya satu ambisi pribadi yaitu ingin menajadi pencetak gol tersubur diajang kompetisi klub Eropa. Saat ini Inzaghi masih bersaing ketat dengan Raul Gonzalez. Semua itu bisa terwujud apabila Januari nanti Inzaghi didaftarkan kembali oleh Allegri dalam skuad Liga Champions AC Milan.

Berikut data-data gol Inzaghi di semua ajang kompetisi Eropa :

1995-1996 PARMA PIALA WINNERS 2 GOL
1997-1998 JUVENTUS LIGA CHAMPIONS 6 GOL
1998-1999 JUVENTUS LIGA CHAMPIONS 6 GOL
1999-2000 JUVENTUS PIALA INTERTOTO 10 GOL
2000-2001 JUVENTUS PIALA CHAMPIONS 5 GOL
2001-2002 MILAN PIALA UEFA 4 GOL
2002-2003 MILAN LIGA CHAMPIONS 12 GOL
2003-2004 MILAN LIGA CHAMPIONS 2 GOL
2004-2005 MILAN LIGA CHAMPIONS 1 GOL
2005-2006 MILAN LIGA CHAMPIONS 4 GOL
2006-2007 MILAN LIGA CHAMPIONS 6 GOL
2007-2008 MILAN PIALA SUPER EROPA 5 GOL
2008-2009 MILAN PIALA UEFA 3 GOL
2009-2010 MILAN LIGA CHAMPIONS 2 GOL
2010-2011 MILAN LIGA CHAMPIONS 2 GOL
READ MORE - GOL INZAGHI DI SEMUA KOMPETISI KLUB EROPA

PIETRO LANA : LEGENDA AC MILAN YANG BERTOBAT

Pietro Lana
Lahir di Milan pada 10 Oktober 1888 dan wafat pada 06 Desember 1950 dalam usia 62 tahun.
Lana bermain untuk AC Milan sejak 1907 hingga 1914 dan berhasil mencetak 18 gol dari 51 penampilannya bersama Rossoneri.

Pietro Lana adalah seorang striker yang dijuluki "Infanteri", handal dalam penggunaan kaki kiri. Pada 1908 ia adalah bagian dari kelompok pembangkang yang mendirikan tim kedua di tubuh Milan, Internazionale. Tapi, Lana segera bertobat, dan kembali ke barisan Rossoneri.

Debut Lana di liga adalah melawan saat AC Milan melawan Inter Milan, 10 Januari 1909, dalam derby pertama musim itu (yang ketiga dalam sejarah derby).

Pertandingan yang di gelar di lapangan Bronzetti disaksikan oleh sekitar 150 orang. Wasit yang memimpin pertandingan saat itu adalah Henry Goodley, mantan pemain dan manajer Juventus yang juga adalah teman Kilpin semasa di Nottingham serta teman seperjalanan ketika hijrah ke negeri Italia. Hasil akhir pertandingan adalah 3-2 untuk kemenangan AC Milan.

Inter mengadukan keabsahan pemain Milan asal Swiss, Johann Ferdinand Madler. AC Milan membalas dengan pengaduan yang sama untuk pemain Inter yang juga asal Swiss, Jamie Niedermann. Federasi sepakbola Italia menyatakan hasil akhir tetap 3-2 untuk Rossoneri. 

Setelah itu, Pietro Lana menapaki jenjang sejarah sepak bola Italia ketika tampil sebagai pemain nasional Italia.

Tanggal 15 Mei 1910, Arena Theatre di Milan.
Italia 6-2 Prancis
Formasi tim Italia: De Simoni, Varisco, Cali, Trerè, Fossati, Capello D., Debernardi, Rizzi, A. Cevenini, Lana, Boiocchi. (Manager: Umberto Meazza).

Jam 15:30, kickoff pertandingan pertama tim nasional Italia sepanjang sejarah dimulai.

Lana membuka skor setelah beberapa menit, dan itu adalah awal dari parade gol yang menghancurkan Perancis.

Gol Lana ini adalah gol pertama timnas Italia sepanjang sejarah.
Pada pertandingan ini, Lana juga mencetak gol pertama Italia yang berasal dari titik penalti.
Dan yang paling mengesankan adalah Lana mencetak hattrick pada pertandingan itu, yang mana adalah hattrick pertama timnas Italia sepanjang sejarah.

Pertandingan berakhir dengan skor 6-2 untuk Italia. Italia bermain dengan menggunakan jersey putih karena alasan ekonomi (biaya kurang), para pemain mengenakan kaus kaki dari klubnya sendiri, menyediakan bahkan membeli sepatu sendiri untuk pertandingan itu. Dan sehabis pertandingan, pemain-pemain Italia mendapat hadiah dari sekitar 40.000 penonton, yaitu berbungkus-bungkus rokok yang dilemparkan ke tengah lapangan.

Pada tahun 1910, Lana satu kali lagi bermain timnas Italia, namun ia tidak mencetak gol, dan Italia mengalami kekalahan 1-6 melawan Hungaria.
Total penampilan di timnas Italia : 2 pertandingan, 3 gol (yaitu : gol pertama Italia, penalty pertama Italia, hattrick pertama Italia).

Sebagai pemain AC Milan (1907-1914), Lana bermain sebanyak 51 kali dan mencetak 18 gol.
Pietro Lana meninggal di Milan pada tanggal 6 Desember 1950.
Namanya akan tetap harum selamanya dalam sejarah sepak bola Italia.
READ MORE - PIETRO LANA : LEGENDA AC MILAN YANG BERTOBAT

SEPULUH MOMEN TERBAIK ANDREA PIRLO BERSAMA AC MILAN

Andrea Pirlo
Setelah sepuluh tahun membela AC Milan, musim ini penggemar AC Milan tidak lagi bisa menyaksikan Andrea Pirlo berseragam merah-hitam. Musim ini Pirlo hijrah ke Juventus dengan status Free Transfer. Selama kiprahnya bersama Rossoneri, banyak hal yang dialami Pirlo, seperti merebut dua gelar scudetto Serie A, dua trofi Liga Champions, dua trofi Piala Super Eropa, dan sekali menjuarai Piala Dunia Antarklub. 

Banyak hal serta memori yang dialami Pirlo selama satu dasawarsa bersama Milan.
  • Bergabung dari Inter Milan 
Gagal bersinar di tengah tim dengan sekumpulan bintang seperti Inter, meski sukses di level U-21, Pirlo menyeberang dengan transfer senilai €18 juta pada 2001. Sepertinya Inter tidak melihat potensi Pirlo karena dia segera menjadi andalan Milan.
  • Penampilan ke-400 
Sejak pertandingan pertama untuk Milan hingga yang terakhir. Sedikit pemain yang bertahan hanya dengan satu klub belakangan ini dan setelah satu dasawarsa Pirlo mencatat rekor penampilan ke-400 ketika Milan dikalahkan Palermo pada semi-final Coppa Italia. Ucapan selamat tinggal layak diucapkan kepadanya.
  • Merebut Scudetto pertama 
Kembali ke 2004, saat keberhasilan Milan di Serie A sebelum musim ini, ketika mereka mengungguli AS Roma dengan 11 poin. Pirlo tampil 32 kali dari maksimak 34 penampilan serta mengemas enam gol, tiga di antaranya menjadi gol kemenangan. Dia menuntaskan mimpi semua pemain Italia, memenangi scudetto dan menulis namanya di dalam buku sejarah sepakbola Italia. 
  • Menjalani peran baru, gelandang modern 
Pirlo dikenal dengan perannya sebagai deep-lying playmaker, meski ini bukan posisi sejatinya. Carlo Ancelotti "memaksa" Pirlo di posisi tersebut dan malah berkembang menjadi salah satu yang terbaik di dunia untuk di posisi tersebut. Pirlo menjalani pemain penting dalam skuad Milan dan tampil rata-rata 42 kali setiap musim dalam rentang waktu 2002 hingga 2008.
  • Kehandalan bola-bola mati 
Seperti Juninho Pernambucano, Pirlo dikenal dengan teknik dan efektivitasnya saat mengeksekusi tendangan bebas. Contoh paling nyata terjad pada penyisihan grup Liga Champions 2005-06 ketika tendangan deras Pirlo menembus gawang Schalke 04. Ditambah dua gol Kaka, Milan berhasil menang 3-2 pada laga penting sehingga lolos ke babak gugur.
  • Sundulan yang menyingkirkan Bayern 
Pirlo tidak sering mencetak gol, tetapi sundulannya ke gawang Bayern Muenchen selalu dikenang. Menyambut umpan silang Massimo Oddo, Pirlo melepaskan sundulan yang melampaui jangkauan Michael Rensing sehingga pertandingan laga pertama perempat-final Liga Champions 2007 berakhir imbang 2-2. Milan akhirnya keluar sebagai juara.
  • Gol di Bernabeu 
Pirlo tidak segan menguji tendangan jarak jauhnya meski menghadapi kiper kelas dunia. Salah satu tendangannya berbuah gol ke gawang Iker Casillas ketika Milan memetik kemenangan bersejarah 3-2 atas Real Madrid pada babak penyisihan grup Liga Champions 2009/10.

Mengiris sayap kiri, dari luar kotak penalti Pirlo berhasil melepaskan tembakan ke tiang dekat.
  • Tendangan jarak jauh yang membungkam Parma 
Meski cedera selama setengah musim, Pirlo tetap menjadi pemain penting bagi Milan. Tendangan jarak jauh ke gawang Parma mungkin bukan satu-satunya gol spektakuler dari kaki Pirlo, tapi berhasil memberikan Milan kemenangan tandag pertama di Serie A. Seisi stadion tercekat dan bahkan rekan-rekan setimnya memuji gol Pirlo.
  • Nominator Pemain Terbaik FIFA 
Pada 2006 dan 2007, di tengah musim terbaik dalam kariernya, Pirlo menjadi salah satu pemain terbaik dunia. Meski gagal bersaing dengan Kaka, tapi pengakuan dunia merupakan pujian obyektif atas kemampuannya di atas lapangan.
  • Memicu gol pertama Inzaghi melawan Liverpool 
Mungkin agak heran kalau kontribusi terbaik Pirlo bersama Milan justru berujung gol dari pemain lain. Final Liga Champions 2007 melawan Liverpool ditandai dengan tendangan bebas Pirlo yang berbelok arah karena mengenai Filippo Inzaghi. Gol tersebut mengawali kemenangan Milan 2-1 atas Liverpool sekaligus membalas kekalahan dua tahun sebelumnya. Pertandingan ini menjadi buktik Pirlo memegang peran kunci bagi sukses Milan meski pemain lain yang menjadi pahlawan.
READ MORE - SEPULUH MOMEN TERBAIK ANDREA PIRLO BERSAMA AC MILAN

BERLANGGANAN ARTIKEL

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...