Tampilkan postingan dengan label BERITA AC MILAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA AC MILAN. Tampilkan semua postingan

HUBUNGAN PIALA DUNIA DAN RAIHAN TROFI AC MILAN

Sebagi Milanisti kita TIDAK sadar ada keunikan antara perhelatan Piala Dunia (16 tahun belakang) dan juara yang diraih AC Milan pasca perhelatan akbar tersebut..

Berikut datanya :

PASCA PIALA DUNIA 1998 PRANCIS

Scudetto ke-16
Musim 1998-1999 Milan meraih gelar Scudetto ke-16 (KADO SPECIAL BUAT ULTAH MILAN ke-100)

Di musim 1998-1999, Milan sangat bersemangat menyambut musim itu karena di tahun 1999 adalah tepat 100 tahun berdirinya klub ini. Tentunya, semua elemen Milan sangat berhasrat memberikan kado spesial untuk ultah klub yang ke 100 tahun ini dengan sebuah gelar juara. Kala itu, dibawah asuhan pelatih Alberto Zacheroni, pelatih yang juga baru saja membawa Jepang juara Piala Asia 2011, Milan tampil begitu impressive di Serie A, dan akhirnya mampu meraih Scudetto ke 16 dimusim itu sebagai Kado spesial Ultah Milan yang ke 100 tahun.

PASCA PIALA DUNIA 2002 KOREA-JEPANG

Juara Liga Champions 2003
Musim 2002-2003 Milan meraih gelar Liga Champions, Coppa Italy, dan Europe Super Cup
Musim 2002-2003 Milan berhasrat mengembalikan Kejayaan mereka, setelah 3 musim sebelumnya tanpa gelar juara satu pun. Oleh sebab itu Milan sangat serius mempersiapkan tim. Diantaranya dengan membeli pemain-pemain yang tampil gemilang di Piala Dunia 2002. Milan membeli John Dahl Tomasson, striker asal Denmark. Di Piala Dunia 2002 pemain ini tampil cukup gemilang dan mencetak 4 gol dari 4 pertandingan. Dan Denmark mampu lolos ke babak 16 besar sebelum akhirnya kalah dari Inggris. Selain itu Milan juga membeli bek kanan Croatia, Dario Simic yang tampil cukup apik di Piala Dunia.

PASCA PIALA DUNIA 2006 GERMAN

Juara Liga Champions 2007
Musim 2006-2007 Milan meraih gelar Liga Champions, Europe Super cup, dan World cup club (Piala Interkontinental) di pertengahan musimnya.

Pasca terkuaknya kasus Calciopolli, Milan disibukkan dengan pengadilan untuk mengajukkan Banding. Alih-alih memperkuat skuad, Milan justru kehilangan Striker andalannya Andriy Shevchenko yang pindah ke Chelsea. Namun, terinspirasi dari Keberhasilan Timnas Italy menjadi Juara dunia yang menghapus citra buruk sepak bola Italy, ditangan pelatih Carlo Ancelotti, Milan juga tampil habis-habisan terutama di Liga Champions guna mengembalikan kehormatan Klub, dan akhirnya Milan mampu menjuarai Liga Champions, lalu Europe Super Cup, dan World Cup Club. Dan bintangnya ketika itu, ricardo kaka menjadi Pemain terbaik dunia 2007.

PASCA PIALA DUNIA 2010 AFRIKA SELATAN

Scudetto 18
Musim 2010-2011 Milan meraih gelar Scudetto ke-18

Musim 2010-2011 Milan sangat berambisi meraih gelar juara karena 3 musim sebelumnya dilalui tanpa gelar satupun. Oleh sebab itu Milan sangat serius mempersiapkan tim. Selain memboyong Zlatan Ibrahimovic, Milan juga membeli Robinho, striker Brazil. Robinho memang sudah dikenal sebagai pemain bintang, tapi salah satu faktor utama yang membuat Milan rela membeli mahal Robinho karena ia tampil cukup gemilang di Piala Dunia. Kendati Brazil harus kalah dari Belanda di babak Perempat final, tapi Robinho tampil cukup apik dengan menjadi nyawa permainan tim, dia kreator serangan sekaligus pemain yang sangat diandalkan untuk mencetak gol. Kemudian Milan juga membeli Sokratis, bek Yunani. Dia tampil cukup apik walaupun tidak selalu menjadi pemain inti. Dan Milan juga membeli Prince Boateng, gelandang muda asal Ghana. Pemain keturunan Jerman-Ghana ini tampil gemilang di Piala Dunia 2010. Dia adalah motor serangan Ghana. Penampilannya sangat bagus dan berhasil membawa Ghana lolos ke babak perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah. Dan ghana pun hanya kalah adu penalty dari uruguay sehingga gagal lolos ke babak semifinal.

Dibawah asuhan Pelatih debutan Max Allegri, Robinho dan Boateng langsung menjadi pemain inti Milan dan Sokratis menjadi back up ideal untuk Nesta dan T.Silva. hasilnya Milan mempu meraih Scudetto di musim ini.
READ MORE - HUBUNGAN PIALA DUNIA DAN RAIHAN TROFI AC MILAN

KENANGAN INDAH PAOLO MALDINI DI DERBY TERAKHIRNYA

Derby terakhir Paolo Maldini (16/02/2009)
Meskipun Paolo Maldini telah lama pensiun, saya sedikit akan menyegarkan kembali ingatan kita akan pertandingan Derby terakhir yang dilakoni oleh sang kapten, Paolo Maldini. Pada pertandingan Derby terakhirnya, Paolo Maldini mendapat penghormatan special dari Interisti. Saat itu Interisti membentangkan spanduk yang berbunyi "Per 20 anni nostro rivale, ma nella vita sempre leale'", jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia kira-kira artinya begini "Selama 20 kamu adalah rival kami, tetapi dalam kehidupan engkau adalah orang yang setia". Kata-kata yang menunjukkan kekaguman dan keikhlasan, tak ada rasa benci dan cemburu meski Maldini berada di pihak rival abadi sepanjang karirnya.

Mendapat perlakuan seperti itu Maldini langsung membalasnya dengan bertepuk tangan kearah Interisti dan Interisti kembali membalas tepukan tersebut. Sungguh sangat mengharukan. Ini juga menjadi bukti bahwa seorang Paolo Maldini begitu dihormati oleh seluruh suporter klub yang ada di Italia bahkan dunia.

Paolo Maldini melakukan pertandingan Derby terakhirnya pada tanggal 16 Februari 2009 (waktu Indonesia) dan pertandingan derby ini merupakan pertandingan ke 55 Maldini selama melakoni derby ibukota Milan, Derby Della Madonnina. Meskipun kalah dengan skor 1-2 saat itu namun ada kenangan tersendiri buat Paolo Maldini. Kenangan yang tak akan bisa dilupakan seumur hidupnya. Ada pemaandangan istimewa pada pertandingan derby yang di gelar di Giuseppe Meazza. Paolo Maldini mendapat perlakuan special baik dari pemain Inter bahkan dari Interisti.

Seperti biasanya Interisti selalu memberikan siulan ejekan kepada pemain lawan yang masuk lapangan, begitu juga yang mereka lakukan buat pemain Milan saat itu, namun buat Paolo Maldini mereka tidak melakukannya, bagi mereka Paolo Maldini terlalu berharga untuk dicibir dan Paolo Maldini sudah sepantasnya diberikan penghormatan berkat pengabdian selama karirnya.
Loyalitas Maldini bagi AC Milan memang luar biasa. Karier junior dan profesional seluruhnya ia habiskan bersama AC Milan. "Saya menyanjung Paolo untuk kariernya yang sangat hebat. Sejak datang ke Italia, saya sudah mengagumi dia sebagai pemain dan pribadi. Dia pantas atas semua sukses yang dimiliki,” ucap kapten Inter Javier Zanetti.

Paolo Maldini adalah seorang pemain yang patut untuk dihormati. Kehidupannya di dalam dan luar lapangan bisa menjadi panutan. Meski di lapangan hijau dia adalah seorang bek yang keras dan tak kenal kompromi, namun di luar lapangan dia tetaplah seorang ayah dan suami yang lembut dan penuh kasih sayang. Hobinya memasak dan berkebun berbanding terbalik dengan sifat kerasnya di lapangan. Sepanjang karirnya Paolo nyaris tak pernah mendapatkan sorotan negatif dari para pencari berita.
READ MORE - KENANGAN INDAH PAOLO MALDINI DI DERBY TERAKHIRNYA

PIRLO BUJUK NESTA UNTUK TINGGALKAN AC MILAN

Andrea Pirlo
Kontrak Alessandro Nesta di AC Milan sebentar lagi akan berakhir. Musim ini juga Nesta sering mengalami cedera punggung dan kabarnya akan mempetimbangkan masa depannya di San Siro. Hal ini coba dimanfaatkan oleh Pirlo, mantan rekan setim Nesta yang kini membela Juventus.

Berdasarkan laporan dari Il Corriere dello Sport, bek yang telah layak disebut sebagai legenda ini tengah dibujuk oleh Pirlo untuk mengikuti jejaknya agar hijrah ke Juventus. Pirlo musim ini menjadi pemain kunci dalam kebangkitan Juventus.

Pirlo bergabung dengan Juve pada awal musim ini dengan status bebas transfer. Pirlo kini menjadi bagian penting bagi Juventus dalam persaingan merebut Scudetto dan Coppa Italia.

Sepertinya keinginan Pirlo akan sulit terwujud. Pasalnya situasi yang dialami Nesta saat ini berbeda dengan situasi Pirlo pda musim lalu. Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani akan segera menawarkan perpanjangan kontrak pada Nesta.

Apabila mendapatkan Nesta, kabarnya Juve hanya akan memainkan Nesta untuk tampil dalam beberapa laga Liga Champions dan laga-laga penting Serie A. Hal itu mengingat cedera punggung yang kerap diderita oleh Nesta.

Nesta bergabung dengan AC Milan pada tahun 2002. Bersama AC Milan, Nesta telah banyak meraih gelar diantaranya 2 Scudetto, 2 Piala Champions, 1 Piala Dunia Antarklub FIFA, 1 Coppa Italia, 2 Piala Super Italia, 2 Piala Super Eropa.

Melihat banyaknya perolehan gelar yang pernah Nesta raih bersama Milan, tentunya tidak mudah bagi Pirlo untuk membujuk Nesta agar keluar dari San Siro.
READ MORE - PIRLO BUJUK NESTA UNTUK TINGGALKAN AC MILAN

ANTONIO CASSANO MULAI BERLATIH BERSAMA AC MILAN

Antonio Cassano
Kondisi penyerang AC Milan, Antonio Cassano, berangsur-angsur mulai pulih bahkan ia terlihat mulai kembali berlatih dengan AC Milan pada hari Kamis (29/03), latihan ini untuk pertama kalinya pasca operasi jantung. Cassano berlatih bersama delapan anggota tim utama yang tidak bermain pada pertandingan perempat final Liga Champions saat Milan menjamu Barcelona.

Cassano sebelumnya mengalami masalah jantung setelah pertandingan
Serie A melawan AS Roma, 29 Oktober silam. Pada 4 November, ia menjalani operasi dan diprediksi tidak akan bermain lagi musim ini.

Beruntung bagi Milan, masa penyembuhan Cassano lebih cepat dari perkiraan awal. Cassano dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Senin, untuk mengetahui apakah ia dapat kembali mendapatkan izin bermain, sehingga ia dapat kembali merumput.
READ MORE - ANTONIO CASSANO MULAI BERLATIH BERSAMA AC MILAN

AC MILAN DI FINAL PIALA DUNIA ANTARKLUB FIFA TAHUN 2007

Logo Piala Dunia Antarklub FIFA 2007
Piala Dunia Antarklub FIFA 2007 merupakan edisi Piala Dunia Antarklub FIFA yang keempat. Turnamen sepak bola antar klub FIFA ini diselenggarakan pada 7–16 Desember 2007 di Jepang.

AC Milan memenangkan turnamen ini, dan menjadi tim yang paling sukses di dunia karena telah memenangkan trofi internasional sebanyak delapan belas kali.

AC Milan membuktikan diri lebih siap dan cerdik ketimbang Boca Juniors. Lewat strategi serangan balik yang apik,Rossoneri berhasil mengandaskan perlawanan tim juara Libertadores 2007 itu dengan skor cukup telak 4-2 (1-1) dalam babak final Piala Dunia Antar Klub 2007 yang berlangsung di Stadion Internasional Yokohama, Minggu, 16 Desember. Hasil tersebut sekaligus pembalasan Milan atas kekalahan yang diderita dari Boca dalam final Intercontinental Cup di tahun 2003 lalu.

Pemain asal Brazil, Kaka, mengilhami AC Milan untuk menaklukkan Boca Juniors dengan skor 4-2 pada pertandingan final Piala Dunia Antarklub, Minggu (16/12). Kaka tampil gemilang dengan mencetak gol ketiga bagi timnya dan berperan penting bagi dua gol yang dicetak Filippo Inzaghi. 
"Ini merupakan satu-satunya trofi yang belum saya dapatkan," kata Kaka kepada wartawan. "Ajaib, saya akhirnya mendapatkannya. Saya tidak dapat menggambarkan bagaimana kegembiraan saya. Saya kini mendapatkan segalanya," lanjutnya.

Sejak kick-off dibunyikan, Boca yang diasuh oleh Miguel Angel Russo tampil menggebrak. Tapi, Milan tak mudah untuk digertak. Menginjak menit kelima, tendangan Inzaghi meneruskan sodoran Clarence Seedorf masih melebar dari gawang Mauricio Caranta. Sampai 15 menit pertama kedua tim masih berusaha mencari celah kelemahan lawan.

Di menit ke-18, Kaka mendapat peluang di kotak penalti. Berdiri cukup bebas, menerima bola tak terduga dari Paolo Maldini, tendangan Kaka masih bisa diblok Rodriguez. Dua menit kemudian, giliran Martin Palermo, yang tendangannya masih terlalu lemah dan dapat ditangkap Nelson Dida. Hanya berselang beberapa detik kemudian, lewat serangan balik yang cepat Milan unggul 1-0 lewat sontekan Inzaghi meneruskan Umpan terobosan dari Kaka dan memudahkan Inzaghi melaksanakan tugasnya untuk membuat AC Milan Unggul di menit ke-21.

Boca menyamakan kedudukan beberapa saat kemudian melalui sundulan pemain penyerang Rodrigo Palacio, tetapi tendangan voli bek Alessandro Nesta membuat AC Milan unggul 2-1 pada menit ke-5 babak kedua. Tak lama berselang, Kaka nyaris memperbesar keunggulan Milan. Namun, kali ini tembakannya masih bisa diblok para defender Boca.

Kaka mencetak gol di menit ke-61 dan memperbesar keunggulan Milan menjadi 3-1, dengan menaklukkan penjaga gawang Mauricio Caranta.

Setelah sempat kembali membuat peluang emas, di menit ke-70 gawang Boca kembali jebol. Lagi, serangan balik Milan benar-benar melumpuhkan pertahanan lawan, utamanya sektor sayap kiri pertahanan Boca. Bermula dari pergerakan Seedorf, umpannya ke kotak penalti tepat dalam jangkauan Kaka yang bergerak dari second line. Menyadari hadangan bek lawan, Kaka meneruskan bola kepada rekannya Inzaghi yang berdiri bebas tanpa kawalan satu bek pun. Tanpa kesulitan Inzaghi menjebol gawang Caranta untuk kali kedua, 4-1 untuk Milan.

Unggul jauh, Ancelotti menginstruksikan anak-anak asuhannya untuk lebih banyak bertahan dengan menarik Inzaghi dan memasukkan Marcos Cafu di menit ke-75. Satu menit kemudian, Milan tersentak setelah Kakha Kaladze diganjar kartu merah langsung akibat melanggar keras Palacio. Meski kalah jumlah pemain Milan masih mampu mengancam gawang Boca . Di menit ke-82, lagi-lagi lewat serangan balik, Milan nyaris kembali mencetak gol tambahan. Cafu yang menerobos sisi kiri pertahanan Boca melontarkan umpan lambung ke tengah kotak penalti. Sayang sundulan Kaka masih menyamping.

Boca mendapatkan gol hiburan berkat gol bunuh diri Massimo Ambrosini. Bermula dari kemelut di depan gawang Milan, bola mengarah ke tengah lapangan dan disambut tendangan keras Pablo Ledesma, Bola masih bisa diblok Dida. Bola rebound disepak Palacio dan membentur badan Ambrosini yang mencoba menghadang laju bola. Sayang, bola mengarah ke dalam gawang sendiri.

AC Milan mengakhiri pertandingan final di hadapan 68.000 penonton di Yokohama dengan 10 pemain, setelah bek asal Georgia, Kakha Kaladze, dikeluarkan dari lapangan pertandingan di menit ke-77.

Boca Junior juga bermain dengan 10 orang sebelum peluit ditiup tanda berakhirnya pertandingan, setelah pemain pengganti Pablo Ledesma diberi kartu merah karena melakukan pelanggaran keras terhadap Kaka.

"Kami harus lapang dada," kata pelatih Boca, Miguel Angel Russo. "Milan merupakan tim yang sangat pandai. Mereka menggunakan ruang kosong demikian baik dan kemudian mereka mempunyai Kaka, yang bisa berbuat segala sesuatu. Babak pertama berjalan ketat, tetapi dalam pertandingan final kesalahan paling kecil bisa membuat perbedaan sangat besar," katanya.

Susunan Pemain:
Boca :
Caranta, Paletta (KK), Morel Rodriguez, Maidana, Ibarra (KK), Battaglia (KK), Gonzalez (Ledesma, KM), Cardozo (Gracian), Banega, Palacio, Palermo.
Milan :
Dida, Maldini, Kaladze (KM), Nesta, Bonera, Gattuso (Emerson), Seedorf (Brocchi), Pirlo, Ambrosini (KK), Inzaghi (Cafu), Kaka (KK).
Wasit: Marco Rodriguez (Meksiko)

Pencetak Gol :

Milan : Filippo Inzaghi 21' dan 27', Alessandro Nesta 50', Kaka 61, Massimo Ambrosini (OG) 85'

Boca : Rodrigo Palacio 22'
READ MORE - AC MILAN DI FINAL PIALA DUNIA ANTARKLUB FIFA TAHUN 2007

LEGENDA AC MILAN 'PAOLO MALDINI' AKAN JADI PELATIH PSG

Paolo Maldini
Gosip tentang kelanjutan karir Paolo Maldini di dunia sepakbola terus terdengar. Kali ini, legenda hidup AC Milan itu dikabarkan akan merapat ke PSG untuk musim depan sebagai staf pelatih. Pelatih PSG sendiri, Carlo Ancelotti, kabarnya menginginkan kehadiran Maldini sebagai pelatih bek. Saat ini pihak PSG telah membuka pembicaraan untuk bisa mewujudkan hal tersebut. 

Bulan Februari lalu, Maldini juga dikabarkan akan menjadi bagian dari PSG, namun hingga saat ini rumor tersebut tidak terbukti. Ayah Paolo Maldini sendiri, Cesare Maldini, pernah mengungkapkan kalau ia tidak yakin jika putranya akan mengambil peran pelatih seperti yang ditawarkan oleh PSG. "Saya tak tahu apa yang akan dilakukan Paolo ke depannya, tapi saya ragu dia akan menjadi pelatih bek di PSG" kata Cesare.

Jika dilihat dari pengabdian Maldini di AC Milan, sudah sepantasnya kini Maldini menjadi bagian dari AC Milan. Maldini menghabiskan karir sepakbolanya di AC Milan selama 25 tahun. Keloyalannya untuk AC Milan tidak diragukan lagi. Selama karir profesionalnya, hanya AC Milan klub yang ia bela.

Maldini bisa dikatakan adalah bek terbaik di dunia pada puncak kariernya. Hal ini ditandai dengan keberhasilan Maldini meraih Ballon d'Orversi majalah France Football pada tahun 1994.
READ MORE - LEGENDA AC MILAN 'PAOLO MALDINI' AKAN JADI PELATIH PSG

FINAL-FINAL INTERNASIONAL DAN JERSEY AC MILAN

Jersey Milan

Jersey yang dipakai AC Milan di final-final internasional :

1. Piala Champions 1958 : AC Milan - Real Madrid : MERAH - HITAM (kalah)
2. Piala Intercontinental (PDAK) 1963 : AC Milan - Benfica : PUTIH (menang)
3. Piala Intercontinental (PDAK) 1963 - (home) : AC Milan - Santos : MERAH - HITAM (menang)
4. Piala Intercontinental (PDAK) 1963 - (away) : Santos - AC Milan : MERAH - HITAM (kalah)
5. Piala Intercontinental (PDAK) 1963 - (ulangan) : Santos - AC Milan : MERAH - HITAM (kalah)
6. Piala Winners 1968 : AC Milan - Hamburg SV : MERAH - HITAM (menang)
7. Piala Champions 1969 : AC Milan - Ajax : MERAH - HITAM (menang)
8. Piala Intercontinental (PDAK) 1969 - (home) : AC Milan - Estudiantes : PUTIH (menang)
9. Piala Intercontinental (PDAK) 1969 - (away) : Estudiantes - AC Milan : PUTIH (kalah)
10. Piala Winners 1973 : AC Milan - Leeds United : MERAH - HITAM (menang)
11. Piala Super Eropa 1974 - (home) : AC Milan - Ajax : MERAH - HITAM (menang)
12. Piala Super Eropa 1974 - (away) : Ajax - AC Milan : MERAH - HITAM (kalah)
13. Piala Winners 1974 : AC Milan - Magdeburg : MERAH - HITAM (kalah)
14. Piala Champions 1989 : AC Milan - Steaua Bucharest : PUTIH (menang)
15. Piala Intercontinental (PDAK) 1989 : AC Milan - Nacional Medellin : MERAH - HITAM (menang)
16. Piala Super Eropa 1989 : Barcelona - AC Milan : PUTIH (draw)
17. Piala Super Eropa 1990 : AC Milan - Barcelona : MERAH - HITAM (menang)
18. Piala Champions 1990 : AC Milan - Benfica : PUTIH (menang)
19. Piala Super Eropa 1990 - (home) : Sampdoria - AC Milan : MERAH - HITAM (draw)
20. Piala Super Eropa 1990 - (away) : AC Milan - Sampdoria : MERAH - HITAM (menang)
21. Piala Intercontinental (PDAK) 1990 : AC Milan - Olimpia Asuncion : MERAH - HITAM (menang)
22. Piala Champions 1993 : AC Milan - Olympique Marseille : MERAH - HITAM (kalah)
23. Piala Intercontinental (PDAK) 1993 : AC Milan - San Paolo : MERAH - HITAM (kalah)
24. Piala Super Eropa 1994 - (home) : Parma - AC Milan : MERAH - HITAM (menang)
25. Piala Super Eropa 1994 - (away) : AC Milan - Parma : MERAH - HITAM (kalah)
26. Piala Champions 1994 : AC Milan - Barcelona : PUTIH (menang)
27. Piala Intercontinental (PDAK) 1994 : AC Milan - Velez Sarsfield : MERAH - HITAM (kalah)
28. Piala Super Eropa 1995 - (home) : Arsenal - AC Milan (draw) : MERAH - HITAM
29. Piala Super Eropa 1995 - (away) : AC Milan - Arsenal : KUNING (menang)
30. Piala Champions 1995 : AC Milan - Ajax : PUTIH (kalah)
31. Piala Champions 2003 : AC Milan - Juventus : PUTIH (menang)
32. Piala Super Eropa 2003 : AC Milan - Porto : PUTIH (menang)
33. Piala Intercontinental (PDAK) 2003 : AC Milan - Boca Juniors : PUTIH (kalah)
34. Piala Champions (UCL) 2005 : AC Milan - Liverpool : PUTIH (kalah)
35. Piala Champions (UCL) 2007 : AC Milan - Liverpool : PUTIH (menang)
36. Piala Super Eropa 2007 : AC Milan - Sevilla : MERAH - HITAM (menang)
37. Piala Intercontinental (PDAK) 2007 : AC Milan - Boca Juniors : PUTIH (menang)

Rekapitulasi :

MERAH - HITAM......(22 Final) : 11 menang, 2 draw, 9 kalah
PUTIH........................(14 Final) : 9 menang, 1 draw, 4 kalah
KUNING......................(1 Final) : 1 menang
READ MORE - FINAL-FINAL INTERNASIONAL DAN JERSEY AC MILAN

GATTUSO KEMBALI DALAM SKUAD AC MILAN

Gattuso dan Andrei Arshavin
Keinginan Gattuso untuk kembali bermain akhirnya terwujud. Gelandang energik milik AC Milan ini dikabarkan telah kembali berlatih dan siap untuk tampil saat AC Milan bertandang ke Enio Tardini, kandang Parma. Gattuso (34) yang akrab disapa dengan panggilan Rino ini sudah lama absen berkat cedera mata yang mengakibat ia harus mengalami pengelihatan ganda. Setelah 6 bulan cedera, Gattuso kini telah siap untuk kembali ke lapangan hijau.

Meski Gattuso sudah siap dimainkan, Allegri masih harus kehilangan sejumlah pemain karena cedera. Robinho dan Abate hingga saat ini dikabarkan masih mengalami cedera, sedangkan Philipe Mexes masih dalam masa hukuman larangan bertanding karena akumulasi kartu.

Allegri kini telah menyiapkan 21 pemain yang siap dibawa saat AC Milan bertandang ke kandang Parma. Berikut nama-nama pemain yang disiapkan oleh Allegri: Abbiati, Amelia, Piscitelli, Antonini, Bonera, De Sciglio, Mesbah, Thiago Silva, Ambrosini, Yepes, Zambrotta, Aquilani, Carmona, Emanuelson, Gattuso, Muntari, Nocerino, El Shaarawy, Ibrahimovic, Inzaghi, Maxi Lopez.
READ MORE - GATTUSO KEMBALI DALAM SKUAD AC MILAN

AC MILAN KEHILANGAN DUA PEMAIN LAGI

Ignazio Abate
Badai cedera selalu menghantui AC Milan. Setelah minggu kemarin Pato menyusul rekan-rekan mereka, kini giliran Abate dan Robinho dikabarkan masuk ruang perawatan.

Abate dikabarkan mengalami problem kejang otot pada saat sesi akhir latihan hari selasa yang lalu. Apabila cedera ini parah, maka Abate akan diragukan tampil saat AC Milan bertandang ke markas Parma serta saat berhadapan dengan Juventus dalam lanjutan Coppa Italia leg kedua.

Selain Abate, AC Milan juga harus kehilangan Penyerang mereka, Robinho. Robinho dikabarkan menderita cedera engkel pada saat sesi latihan hari rabu kemarin. Robinho harus mengakhiri latihan lebih awal akibat engkel kanannya terkilir.

Meski demikian, Allegri mendapat kabar positif dengan mulai berlatihnya Seedorf dan Mario Yepes.
READ MORE - AC MILAN KEHILANGAN DUA PEMAIN LAGI

AC MILAN MENINGGALKAN JUVENTUS

Selebrasi Ibra saat mencetak gol ke gawang Lecce
Kemenangan 2-0 atas Lecce semalam membuat AC Milan memantapkan posisinya di Serie A dengan total poin 57. Sementara itu, pesaing terdekat mereka, Juventus, harus bermain imbang dengan Genoa. Hasil imbang yang di dapat oleh pasukan Conte semalam membuat jarak poin AC Milan dan Juventus kini berbeda 4. Juventus saat ini berada di posisi keduan dengan jumlah poin 53.

Meski unggul dengan selisih 4 poin, Allegri tetap rendah hati bahwa AC Milan belum juara, perjalanan masih panjang. "Sekarang kami memiliki keunggulan satu pertandingan, namun masih ada 11 pertandingan tersisa. Kami sangat bagus pada 20 menit pertama. Semuanya terlihat begitu mudah, namun kemudian kami kehilangan banyak bola. Keadaan membaik pada babak kedua," kata Allegri.

Kemenangan AC Milan semalam tidak lain berkat penampilan bagus Ibrahimovic. meski dikabarkan sedang berselisih dengan Allegri namun Ibra mampu memberikan satu assist dan satu gol. Gol pertama MIlan diciptakan oleh Nocerino sedangkan gol kedua diciptakan oleh Ibra sendiri.

Juventus saat ini masih berpredikat sebagai tim Serie A yang belum terkalahkan, meskipun begitu perolehan poin Juventus masih bisa diungguli oleh pasukan Rossoneri. julukan AC Milan, karena musim ini Juventus lebih banyak mengalami hasil seri.

Ayo Milan, Lanjutkan keberhasilan kalian. Kami menunggu Scudetto 19.
FORZA MILAN.
READ MORE - AC MILAN MENINGGALKAN JUVENTUS

SKOR TERBESAR DALAM SEJARAH DERBY DELLA MADONNINA

Derby Della Madoninna
Skor terbesar dalam sejarah Derby Della Madonnina adalah 8-1 untuk kemenangan AC Milan. Hingga saat ini rekor tersebut belum terpecahkan.

Inilah skuad AC Milan ketika mengalahkan Inter 8-1 (skor terbesar Derby Della Madonnina sepanjang sejarah) pada tanggal 3 Maret 1918 di Velodromo Sempione, Milano pada Coppa Mauro :

Guido Ribera (kiper / Italia)
Marco Sala (bek / Italia)
Luigi Andreoli (bek / Italia)
Alessandro Scarioni (gelandang / Italia)
Francesco Soldera (gelandang / Italia)
Cesare Lovati (gelandang / Argentina)
Anselmo Greppi (gelandang / Italia)
Armando Marini (striker / Italia)
Aldo Cevenini (capt. / striker / Italia)
Luigi Cevenini (striker / Italia)
Carlo Cevenini (striker / Italia)

Pelatih : Aldo Cevenini

Pencetak gol :
Aldo Cevenini (5 gol), menit ke 11, 25, 62, 66, dan 80
Luigi Cevenini (2 gol), menit ke 68 dan 73
Armando Marini, menit ke 88
READ MORE - SKOR TERBESAR DALAM SEJARAH DERBY DELLA MADONNINA

SKUAD AC MILAN DAN INTER MILAN BERGABUNG

Milan dan Inter
AC MILAN DAN INTER MILAN PERNAH MENGGABUNGKAN SKUADNYA MENJADI SATU TIM DALAM SEBUAH PERTANDINGAN.

Peresmian Stadion San Siro tanggal 19 September 1926, ditandai dengan pertandingan eksibisi antara AC Milan dan Inter Milan yang berakhir dgn skor 3-6 untuk kemenangan Inter.

Namun, sehari setelah perayaan peresmian tersebut yaitu pada tanggal 20 September 1926, AC Milan dan Inter Milan menggabungkan skuadnya untuk melawan DEUTSCHER F.C. PRAGA dari Cekoslowakia (sekarang Rep. Ceko), masih dalam rangka pesta peresmian San Siro, namun dengan mengundang tim dari luar Italia.

Skuad tim campuran AC Milan-Inter Milan saat itu adalah :
  • Italo Zamberletti (kiper, Inter)
  • Gianangelo Barzan (bek, Milan)
  • Bellini (bek, Inter)
  • Alfredo De Franceschini (gelandang, Milan)
  • Arpad Hajos (gelandang, Milan)
lalu digantikan di menit 46' oleh Francesco Pomi (bek, Milan)
  • Emilio Agradi (striker, Inter)
  • Conti (Inter)
  • Luigi Cevenini (striker, Inter)
  • Bernardini (Inter)
  • Anton Powolny (striker, Inter)
  • Castellazzi (striker, Inter) 
Skor saat itu adalah 4-1 untuk kemenangan tim campuran AC Milan-Inter Milan.
Gol dicetak oleh Bernardini (2 gol), Luigi Cevenini dan Castelazzi.
READ MORE - SKUAD AC MILAN DAN INTER MILAN BERGABUNG

MILAN BERAMBISI UNTUK TUMBANGKAN JUVENTUS

Coppa Italia
Dini hari nanti, AC Milan akan menjamu tamu mereka, Juventus, di San Siro dalam ajang Leg pertama Semifinal Coppa Italia.

Musim ini Juventus adalah satu-satunya klub di Serie A yang belum terkalahkan. Kini Milan mengusung misi yaitu mematahkan rekor Juventus serta membalas kekalahan saat pertemuan pertama di kompetisi Serie A. Namun sepertinya misi ini begitu berat, meski AC Milan bermain di kandang namun Rossoneri harus kehilangan banyak pemain inti karena cedera.

Berikut adalah nama-nama pemain AC Milan yang masih dalam perawatan karena cedera :

Abbiati
Masalah dengan femoris rektus-Kembali untuk pertandingan berikutnya melawan Udinese.

Nesta
Regangan otot-Kembali untuk pertandingan berikutnya melawan Udinese.

Boateng
Cedera pada otot fleksor paha kiri-Kemungkinan bisa main di leg pertama sistem gugur Liga Champions melawan Arsenal pada tanggal 16 Februari.

Aquilani
Pergelangan kaki kiri terkilir-Kembali akhir bulan ini.

Pato
Cedera otot hamstring paha kiri-Kembali akhir bulan ini.

Merkel
Lutut kanan keseleo-Kembali pada pertengahan Maret.

Flamini
Cedera ligamen anterior cruciate-Kembali pada pertengahan Maret.

Yepes
Masalah di pergelangan kaki kanannya-Kembali pada akhir Maret.

Strasser
Senyawa fraktur maleolus medial pergelangan kaki-Kembali pada bulan April.

Gattuso
Myasthenia okuler-Tidak mungkin untuk menentukan waktu pemulihan.

Cassano
Kerusakan otak iskemik-Kemungkinan kembali saat euro bulan Juni mendatang

Meskipun bermain di kandang AC Milan, pelatih Juve, Antonio Conte, akan mencoba memasukkan pemain baru mereka yang di rekrut saat transfer musim dingin kemarin diantaranya Marco Boriello yang pernah berseragam Rossoneri.

"Ketiga pemain yang datang ke bursa transfer Januari, butuh waktu bermain dan harus memberi kami respon penting, sama seperti pemain lainnya. Mereka dibeli untuk menambah kekuatan skuad, bukan hanya sebagai alternatif, tapi pilihan signifikan," ujar Conte.

Selain memasukkan pemain anyar mereka, Conte juga akan merotasi kiper mereka. Kali ini Conte akan memberikan peluang bermain untuk Marco Storari.

"Coppa Italia adalah kompetisi milik Storari, tidak diragukan lagi. Saya suka memuji profesionalisme dia. Dia kiper hebat, ingin selalu bermain, tapi dia selalu memberi kontribusi hebat, di dalam dan luar lapangan," lanjut Conte.

Perkiraan Formasi:

Milan: Amelia, Abate, Bonera, Thiago Silva, Mesbah, Ambrosini, Van Bommel, Nocerino, Seedorf, El Shaarawy, Ibrahimovic

Juventus: Storari, Lichtsteiner, Bonucci, Chiellini, De Ceglie, Vidal, Pirlo, Marchisio, Giaccherini, Borriello, Vucinic

"Coppa Italia adalah kompetisi milik Storari, tidak diragukan lagi. Saya suka memuji profesionalisme dia. Dia kiper hebat, ingin selalu bermain, tapi dia selalu memberi kontribusi hebat, di dalam dan luar lapangan," lanjut Conte.
READ MORE - MILAN BERAMBISI UNTUK TUMBANGKAN JUVENTUS

BERLANGGANAN ARTIKEL

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...